Senin, 12 April 2010
MELAYANI SEPENUH HATI
Kami hadir untuk melayani anda yang berdomisili di wilayah kabupaten Ponorogo,kabupaten Madiun,kota Madiun,dan sekitarnya.
Untuk wilayah madiun dan Magetan,PT.DEWA ARYSTAMA telah hadir di Dolopo,tepatnya di jalan raya Dolopo tepatnya di depan Bank Danamon Dolopo juga depan Pegadaian Dolopo.Sedangkan di Ponorogo kami membuka cabang di selatan kompleks terminal Seloaji Ponorogo,tepatnya di utara SPBU Cekok
kantor di dolopoPengalaman Gadis Muslim AS Berhijab
Friday, 12 February 2010 13:57
Adakalanya perempuan berhijab menghadapi tantangan dalam masyarakat, tapi bukan berarti
harus menyerah
Hidayatullah.com--Sara Uddin tersenyum sambil memperbaiki hijab hitamnya setelah
menunaikan shalat Jumat bersama sejumlah Muslim laki-laki dan perempuan.
Keluar dari ruangan, ia telah bersiap diri menghadapi aneka pertanyaan, tatapan, bahkan
anggapan negatif tenang sehelai kain yang menutupi kepalanya.
"Saya ingin mengalahkan semua stereotipe dengan hijab ini, dan cara satu-satunya adalah
dengan membicarakannya," ujar Sara kepada IslamOnline.
Sara, gadis berusia 22 tahun, telah mengenakan hijab selama hampir 4 tahun.
"Pertama kali saya mengenakannya ketika duduk di SMA di San Diego, California. Rasanya
menyenangkan. Tempat itu sangat beragam dan orang-orang menampakkan budaya dan
kepercayaan yang berbeda-beda," katanya mengenang.
"Namun ketika saya kembali ke Washington, saya mendapati sejumlah tatapan (sinis) dari
komunitas non-Muslim. Saya paham, mungkin situasinya berbeda."
Sara mengatakan, meskipun ia tidak menerima serangan nyata karena jilbabnya, namun
pandangan negatif sering diterimanya.
"Menurut saya bagus jika saya dikomentari, karena itu berarti kesempatan untuk menunjukkan
siapa saya, dan mengapa saya melakukannya (berhijab)."
Dalam Islam hijab adalah sebuah kewajiban, bukan sebuah simbol relijius yang menandakan
afiliasi seseorang terhadap suatu aliran.
"Saya orang Amerika, saya dilahirkan di sini dan memiliki teman-teman di sini," kata gadis yang
bekerja di bank itu penuh percaya diri.
1 / 3
Pengalaman Gadis Muslim AS Berhijab
Friday, 12 February 2010 13:57
"Dan saya adalah seorang Muslim. Ini (hijab) adalah bagian dari aturan Islam, dan saya
berpegang teguh padanya."
Meskipun tidak ada data resmi, diperkirakan ada 7-8 juta Muslim yang menetap di Amerika
Serikat.
Bagi Amina Saleh, 24 tahun, hijab tidak pernah menjadi halangan untuk meraih cita-citanya.
"Sekarang saya bekerja di bidang kesehatan masyarakat, dan saya berjumpa dengan banyak
orang setiap harinya. Saya tidak pernah merasa hijab menjadikan saya kurang kompeten di
mata mereka."
Amina, yang bermukim di Maryland dengan orangtua dan kedua saudara perempuannya,
belum mengenakan hijab ketika pertama kali menjejakkan kakinya di Amerika 13 tahun lalu
bersama keluarga.
Ketika usianya memasuki 20 tahun, Amina merasa perlakuan orang terhadapnya tidak banyak
berubah.
Berbeda dengan Amina, Jasmin Ullah, meyakini ada banyak stereotipe dalam masyarakat AS
terhadap hijab. Dan kadang sulit untuk menghadapinya.
"Ketika Anda memasuki sebuah ruangan, mereka tidak berharap Anda langsung berbicara
secara terbuka," kata Jamin yang masih berusia 16 tahun.
"Di dalam pikiran mereka berkata, “tak mungkin ia benar-benar menginginkannya (mengenakan
hijab). Mereka pasti berpikir, Anda perempuan penurut yang hanya bisa manut saja, yang tidak
memiliki kebebasan untuk berbicara."
Jasmin yang mengenakan hijab sejak usia 11 tahun, yakin ada banyak rintangan--tapi bukan
halangan-- bagi perempuan Muslim yang berhijab di Amerika.
"Pasca 9/11 Amerika semakin penuh prasangka daripada sebelumnya," ujar gadis dari
Herndon, Virginia Utara itu.
2 / 3
Pengalaman Gadis Muslim AS Berhijab
Friday, 12 February 2010 13:57
Sara setuju dengan pendapat itu. Adakalanya hijab menjadi penuh tantangan bagi gadis dan
wanita Muslim dalam masyarakat mereka.
"Menurut saya, itu menjadi alasan lain mengapa kita harus membicarakan hijab secara
terbuka," katanya kukuh.
"Bahkan jika banyak rintangan, saya tetap berpegang teguh," tegasnya.
Jasmin, gadis keturunan Banglades, mengatakan bahwa gadis dan wanita Muslim harus selalu
mencari cara untuk mengatasi setiap rintangan dan melakukan apa yang ingin mereka lakukan
dalam hidup ini.
"Sebagai contoh saya ingin berenang, dan ternyata itu agak sulit. Namun, hijab saya tidak
boleh menjadi halangan. Justru harus memacu saya untuk mencari jalan kreatif, untuk
melakukan hal yang saya sukai dengan tetap berhijab."
Jasmin meyakini, resep jitu bagi para gadis yang berhijab adalah harus menjadi dirinya sendiri.
"Jika Anda seorang aktivis politik, jangan takut untuk menyampaikan pandangan-pandangan
Anda. Jika Anda seorang atlit, kejarlah prestasi itu. Jika Anda di dalam kelas, maka harus
pandai."
"Allah tidak menginginkan kita menyerah atas keadaan." katanya bijak. [di/iol/ wwwhiayatulla
h.com ]
3
Langganan:
Komentar (Atom)










